POLEWALI MANDAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat melakukan langkah proaktif melalui pengarahan strategis di Lapas Kelas IIB Polewali pada Jumat, 6 Maret. Langkah ini diambil guna memastikan percepatan pemenuhan hak integrasi bagi Warga Binaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan keamanan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mewakili Kepala Kanwil Ditjenpas Sulbar, Ramdani Boy, pengarahan disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Ronald Heru Praptama, dengan tujuan utama mengoptimalkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan di lapangan.
Dalam arahannya, Ronald menekankan bahwa akurasi data dalam Sistem Database Pemasyarakatan merupakan kunci utama dalam pelayanan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan verifikasi cermat terhadap Warga Binaan yang telah menjalani dua pertiga masa pidana agar hak integrasi mereka dapat diusulkan tepat waktu tanpa hambatan administrasi. Hal ini sejalan dengan komitmen institusi untuk memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel, di mana tidak boleh ada satu pun hak Warga Binaan yang terlewatkan akibat ketidaktelitian petugas dalam mengelola data.
Sejalan dengan upaya tersebut, Lapas Polewali juga diminta untuk mempersiapkan pengusulan berbagai jenis remisi, mulai dari Remisi Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, hingga Remisi Sakit Berkepanjangan secara tertib. Fokus utama yang ditekankan adalah pencapaian target nihil usulan susulan melalui pengelolaan administrasi yang rapi sejak dini. Di sisi lain, terkait aspek keamanan, Ronald menginstruksikan penerapan skema pengamanan terpadu dengan melakukan penebalan personel yang melibatkan staf kantor serta memperkuat koordinasi dengan aparat TNI dan Polri selama masa mudik dan balik lebaran.
Guna menjaga kondusivitas lingkungan, seluruh pegawai diingatkan untuk tidak mengambil cuti selama periode pengamanan tersebut. Ronald juga menegaskan komitmen tegas terhadap integritas pegawai dengan melarang keras segala bentuk kekerasan, peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, pungutan liar, hingga praktik judi online di dalam lapas. Sebagai penutup, ia mendorong penguatan program pembinaan melalui pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C agar Warga Binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat kelak. Melalui pengarahan ini, diharapkan Lapas Polewali dapat terus menjaga profesionalisme dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis serta aman.